Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (20/10/2014) pagi mengalami penguatan signifikan dibandingkan beberapa waktu terakhir, yang selalu diatas level Rp12.100an bahkan Rp12.200an per USD. Data Bloomberg, kurs rupiah pagi ini dibuka di level Rp12.057. Angka ini terpantau menguat tajam dibandingkan posisi sebelumnya pada penutupan Jumat sore (17/10/2014) lalu yang berada di level Rp12.110 per USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (20/10/2014) pagi ini dibuka di level Rp12.058 per USD. Adapun kurs yang ditransaksikan pada hari ini ditetapkan antara Rp12.040 - Rp12.155.
Adapun, berdasarkan data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai kurs rupiah pada Jumat (17/10/2014) lalu berada di level Rp12.222.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dilansir tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dolar melemah di Asia, rupiah paling kuat. Mayoritas mata uang di Asia menguat hingga Jumat sore. Rupiah memimpin penguatan terhadap dolar untuk beranjak hingga 12.110. Pada saat yang bersamaan SUN dan IHSG juga menguat drastis.
"Ketika faktor global memicu penguatan rupiah, faktor domestik yaitu situasi politik yang membaik, mampu mendorong penguatan yang tajam. Hari ini pasar Asia berpeluang terdorong untuk menguat oleh euforia injeksi likuiditas oleh PBOC. Sementara untuk rupiah, euforia inagurasi Presiden Joko Widodo, menjadi alasan tambahan untuk kembali menguat," kata tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (20/10/2014).
Sementara itu, data perumahan Amerika Serikat (AS) baik, indeks dolar menguat. Indeks dolar naik setelah data sektor perumahan AS membaik. Yield UST10y juga naik 3,4bps walaupun masih bertahan di kisaran 2,1%. Yield obligasi Jerman yang turun akan menjaga yield obligasi AS tetap di level rendah.
"Secara umum, sentimen penguatan dolar telah kembali tetapi rencana penyuntikan likuiditas oleh Bank Sentral Tiongkok justru bisa memicu sentimen pelemahan dolar di pasar Asia di perdagangan hari ini. Sore ini ditunggu data neraca transaksi berjalan Zona Euro," ujar mereka.
Sumber : metrotvnews.com

0 komentar:
Posting Komentar